Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

15 November 2015

Bertandang ke Kawah Ijen, Menyaksikan Api Menari

Fotografer asal Inggris Reuben Wu bertandang ke Kawah Ijen di Jawa Timur dan terpukau oleh panorama alam yang menakjubkan: api yang tampak membiru menari-nari di kegelapan malam.
Kawah Ijen, yang juga dikenal sebagai kawah api biru berada di kawasan gunung berapi yang sebenarnya masih aktif. Penduduk setempat di Banyuwangi bahkan menjadikan kawasan pegunungan ini sebagai tempat menambang belerang.
Aliaran belerang di Kawah Ijen ini memiliki keunikan khas; yaitu tampak kebiruan pada malam atau menjelang dini hari.
Fotografer Inggris Reuben Wu sudah mendengar tentang Kawah Api Biru ini di tahun 2009 namun belum sempat datang langsung ke sana. Barulah pada April 2015 yang lalu, mimpinya menjadi kenyataan.
Berikut video pengalamannya berkunjung ke kawah yang terletak di ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut itu:

Aliran belerang yang berwarna biru itu tampak berwarna merah gelap di siang hari. Itulah tantangannya: pengunjung harus mendaki gunung di kegelapan malam jika ingin menyaksikan si api biru.
"Mendaki gunung ini tidak seaman dengan mendaki gunung biasa," kata Reuben. "Begitu sampai di bibir kawah, saya sendiri agak ngeri, apalagi pada malam hari."
"Di kegelapan itu kita tidak melihat apa-apa dan kemana pun lampu senter diarahkan, yang terlihat adalah semburan gas," jelasnya.
Selain semburan gas dan kristal belerang warna kuning, bebatuan di situ pun tidak begitu kokoh. Semuanya membuat kawah ini tampak sebagai kawasab dari dunia yang lain.

REUBEN WU
Website | Facebook | Behance | Twitter | Instagram


1.


Photograph by REUBEN WU
Website | Facebook | Behance | Twitter | Instagram

2.

exploring east java indonesia with reuben wu (6)
Photograph by REUBEN WU
Website | Facebook | Behance | Twitter | Instagram

3.

exploring east java indonesia with reuben wu (8)
Photograph by REUBEN WU
Website | Facebook | Behance | Twitter | Instagram

4.

exploring east java indonesia with reuben wu (5)
Photograph by REUBEN WU
Website | Facebook | Behance | Twitter | Instagram

5.

exploring east java indonesia with reuben wu (11)
Photograph by REUBEN WU
Website | Facebook | Behance | Twitter | Instagram

6.

exploring east java indonesia with reuben wu (3)
Photograph by REUBEN WU
Website | Facebook | Behance | Twitter | Instagram

7.

exploring east java indonesia with reuben wu (2)
Photograph by REUBEN WU
Website | Facebook | Behance | Twitter | Instagram

8.

exploring east java indonesia with reuben wu (4)
Photograph by REUBEN WU
Website | Facebook | Behance | Twitter | Instagram

9.

exploring east java indonesia with reuben wu (7)
Photograph by REUBEN WU
Website | Facebook | Behance | Twitter | Instagram

10.

exploring east java indonesia with reuben wu (10)
Photograph by REUBEN WU
Website | Facebook | Behance | Twitter | Instagram

11.

exploring east java indonesia with reuben wu (9)
Photograph by REUBEN WU
Website | Facebook | Behance | Twitter | Instagram

03 Agustus 2015

Keindahan Refleksi Air Dataran Garam Terbesar di Dunia

Keindahan Refleksi Air Dataran Garam Terbesar di Dunia
Parting of the waves: A man pictured appears to be walking on water in Bolivia at the Salar de Uyuni salt flat

Inilah Salar de Uyuni, dataran garam terbesar di dunia seluas 10.582 kilometer sekaligus cermin alam terbesar di dunia. Terletak di antara Potosi dan Oruro, dekat puncak Pegunungan Andes, Bolivia dataran garam ini terbentuk oleh beberapa danau prasejarah, yang berubah bentuk sekitar 30.000 sampai 42.000 tahun yang lalu. Permukaannya tertutup lapisan garam setinggi beberapa kaki, menjadikan dataran ini tetap kering sepanjang tahun.

Menurut Gizmodo, beberapa kali dalam setahun dataran yang terletak di barat daya Bolivia tersebut mendapatkan curahan hujan hingga tertutup lapisan air tipis. Saat itulah Salar de Uyuni menjelma menjadi cermin alam terbesar di muka bumi. Permukaannya yang datar sempurna dan jernih memantulkan refleksi langit dan awan di atasnya, menghasilkan pemandangan yang mengagumkan bagi siapa saja yang menyaksikannya.

2.


As one of the flattest places in the world, when Salar de Uyuni salt flat becomes covered in a thin layer of water during the rainy season it creates the effect of a mirror image of the sky at that moment in time
Meskipun dari gambar terlihat sangat panas, sebenarnya suhu di Salar de Uyuni cukup hangat, hanya berkisar antara 13 derajat sampai 21 derajat celcius. Setiap tahun para turis berdatangan ke Salar de Uyuni untuk menyaksikan fenomena cermin raksasa tersebut. Selain bercermin di sana pengunjung Salar de Uyuni juga berkesempatan untuk menyaksikan kawanan burung flamingo merah muda yang memang menjadikan kawasan dataran garam ini sebagai habitat mereka.

3.

Hideki Mizuta, 29, from Japan, captured the images of wellie-clad tourists strolling across the water against the twilight backdrop



Menurut Wikipedia dalam bahasa Spanyol, salar berarti dataran garam. Sedangkan kata uyuni diambil dari bahasa Aymara yang berarti pena atau hamparan. Uyuni juga merupakan nama sebuah kota yang menjadi tempat persinggahan para turis yang hendak mengunjungi dataran gara tersebut. Jadi Salar de Uyuni bisa diartikan sebagai dataran garam yang terhampar atau dataran garam di Kota Uyuni.

4.

Endless skies: An otherworldly panorama is captured on film at the largest salt flat in the world at 10,582 square kilometers

5. 

Solitude and serenity is conveyed by the image Mitzuka shot of a solo tourist strolling across the expanse at sunset


6.

Tourists lucky enough to visit Salar de Uyuni salt flat during rainy season make the most of its photogenic possibilities

7.

During the daytime the mirror effect creates the impression of cars driving through a highway of clouds across the salt flat


8.

Natural wonder: The salt flat is located in the Daniel Campos Province in Potosí in southwest Bolivia, near the crest of the Andes and is at an elevation of 3,656 meters  above mean sea level


9.

Gravity defying: A group of tourists appear to float as they relax on seats and stand in the midst of the epic vista


10.

Breathtaking beauty: The cloud-filled dreamlike landscapes were photographed for several hours by Mitzuka


11.

Colourful doppelgangers: Tourists clad in vibrant clothing pose together with their mirror images reflected clearly beneath them


12.

Dusk departure: Visitors spend hours at the salt flats watching the effect of the changing light reflected on the plane throughout the day


13.

Nature's disco: The twinkling stars illuminating the night sky are reflected by the salt flat as a solo tourist sits gazing at its beauty


14.

Floating cars: A group of holidaymakers sit together by their cars socialising amidst the incredibly rare scenes


15.

Morning glory: Mitzuka started taking images and dawn and said: 'Early in the morning amazing view that I could not put in into words appeared through the window.'


16.

As the day rolled on more and more groups joined Mitzuta to take their own photographs and explore the salt flats


17.

The Salar was formed as a result of transformations between several prehistoric lakes. The extraordinary flatness is created by meters of salt crust. Pictured travellers exploring and photographing the plain

18.


Impressed by the scenes Mitzuta started taking photographs one night and did not stop until dusk the following evening





Hanya Dengan Kamera Antik Fotografer ini Menunjukan Karyanya

Hanya Dengan Kamera Antik Fotografer ini Menunjukan Karyanya
  • Fotografer Roger Vail telah menghabiskan 44 tahun mengambil gambar dari wahana karnaval di seluruh Amerika
  • Dia menggunakan kamera antik tanpa flash untuk menangkap gerak lambat cahaya
  • Karya-karya seni yang luar biasa ini dipajang di Galeri Joseph Bellows di California

  • Trippy: Fotografer Roger Vail telah menghabiskan lebih dari 44 tahun gertakan naik di seluruh AS menggunakan fotografi long exposure



    Colorful: Fotografer Roger Vail menggunakan tampilan kamera vintage dengan tanpa flash atau manipulasi untuk membuat gambar-gambar yang menakjubkan



    Dalam pusaran: Roger Vail mulai memotret karnaval dan sensasi mereka naik dengan pandangan kamera 8 x 10 inci



    Cukup: The fotografi eksposur panjang telah menciptakan serangkaian gambar yang luar biasa yang terlihat seperti mereka bisa menjadi sesuatu dari ruang




    Retro: Fotografer Amerika telah berkeliling Amerika mengambil gambar karnaval wahana sejak tahun 1970



    Fun tarif: lampu Sebagai terang memutar dan berputar di langit, gambar gerak lambat menangkap jalan cahaya berwarna-warni



    Pertunjukan cahaya: Karya seni kaleidoskopik diciptakan oleh gerak lambat gambar yang menangkap jalan cahaya berwarna-warni



    Mencolok: Gambar, sekarang dipajang di Joseph Bellows Gallery, diambil oleh Mr Vail, dosen fotografi di California State University di Sacramento




    Nostalgia: Rangkaian gambar, ditangkap menggunakan fotografi-eksposur panjang, menangkap karnaval naik dari tahun 1970-an



    Ini luar biasa panjang Foto paparan karnaval wahana menciptakan karya seni kaleidoskopik yang dipamerkan di California

    29 Juni 2015

    Desa Terabaikan di Cina Ini Menjadi Sorotan Dunia Karena Keindahannya

    Desa Terabaikan di Cina Ini Menjadi Sorotan Dunia Karena Keindahannya
    Desa ditinggalkan di chia disalip oleh alam (1)
    Foto oleh Jane Qing

    Ditinggalkan: ini desa nelayan terpencil di Shengshan Island di lepas pantai timur Cina telah diambil alih oleh tanaman merambat hijau yang indah

     Foto oleh Jane Qing
    Di mulut Sungai Yangtze Anda akan menemukan Pulau Shengsi, terdiri dari 394 pulau, masing-masing pulau memiliki diameter lebih dari 500 meter persegi dan hanya 18 pulau saja yang ditempati. [ sumber ]

    Desa ditinggalkan di chia disalip oleh alam (2)
    Foto oleh Jane Qing

    Shengsi Islands: desa pesisir ini di Shengshan Pulau tertutup tanaman hijau - kontras dengan daratan Cina metropolitan

    Foto oleh Jane Qing

    pulau ini dulunya adalah sebuah desa yang dihuni oleh para nelayan. Sayangnya, sejak adanya perkembangan industri lokal membuat para nelayan satu persatu meninggalkan desa tersebut.[SUMBER]

    Desa ditinggalkan di chia disalip oleh alam (4)
    Foto oleh Jane Qing

    Qing Jian, seorang fotografer asal Shanghai ini yang mengenalkan desa diselimuti tumbuhan kepada publik. Nampak, ia menunjukkan beragam hasil bidikannya mengenai indahnya pemandangan yang kontras dengan kehidupan di daratan Cina metropolitan.

    Desa ditinggalkan di chia disalip oleh alam (3)
    Foto oleh Jane Qing

    Home sweet home: Apa pernah pulang ke nelayan dan keluarga mereka di desa sekali berkembang sekarang ditumbuhi, menakutkan dan ditinggalkan

    Foto oleh Jane Qing

    Saking banyaknya publik yang penasaran dengan desa ini, kini desa bak hutan ini menjadi tujuan turis lokal maupun internasional.

    Desa ditinggalkan di chia disalip oleh alam (5)
    Foto oleh Jane Qing

    Terlantar: Bangunan di desa telah lama ditinggalkan dan tanaman merambat bebas merayap melalui jendela dan pintu dan tembok

    Foto oleh Jane Qing


     
    Back To Top